Brokenheart Letter: Remembering You, Mas

Mas-ku yang hingga detik ini masih aku sayang,

Gimana keadaanmu setelah lebih dari sebulan kita putus? Ups. Such a silly question. Of course you're fine. You'll always be. Butuh banyak miracles kalau aku ingin kamu sedih, kecewa, kehilangan, stress, atau depresi karena putus dari aku. It's so not-you.

Dari awal kita dekat pun kamu udah kasih 'warning' kalau ketika kamu putus atau ditolak seseorang, kamu tinggal bilang "Okay. Thanks. Bye. Next!". No time for crying or feeling mellow, huh? Setiap detikmu akan kamu gunakan untuk 'move on' (baca: approach next target).

Mungkin kamu udah ga peduli (hihi, kaya pernah peduli) sama aku. Dengan kondisiku, dengan perasaanku. Tapi aku berbaik hati untuk kasih tau kamu kalau aku pun baik-baik aja setelah kamu kirim SMS yang isinya cukup menyakitkan sih sebenernya. Kalau baik-baik aja, kenapa aku tulis surat ini? Iseng aja? Ga kok. Aku ga pernah berniat untuk iseng dalam menjalin hubungan sama kamu, dari pra jadian, pas jadian, dan pasca jadian (putus, bukan nikah). Jadi, apa alasannya?

Sayangku yang telah mengecewakan aku,
Aku kangen kamu!
Bukan sebagai pacar, tapi sebagai teman sharing, teman ledek-ledekan, teman jalan, teman chatting, ojek pribadi, teman SMSan, teman CeeSan, teman diskusi, partner in crime, teman makan, mentor statistik, pompom boy, mood booster, sahabat, kakak, player, dll.

Kangen yang seperti ini bikin aku tersiksa. Sungguh! Karena aku lebih kehilangan seorang teman dekat dibanding pacar. Walaupun harus aku akui (dan aku syukuri) dengan tipe kangen seperti ini aku jadi bisa lebih santai jalanin masa-masa awal putus kita. Ga ada sedih-sedihan karena kehilangan pacar, ga ada dendam, ga ada kesal kalau ingat kamu. Aku malah jadi senyum sendiri kalau ada hal yang mengingatkan aku ke kamu. Sama sekali ga tertarik untuk melupakan kamu. Mug yang kamu kasih ke aku aja masih aku pakai.

Awalnya aku bingung juga kenapa selama sebulan ini aku ga nangis sama sekali mengenangmu. Ga ada beban, ga ada duka. Flat. Ketika orang lain stress karena sedih setelah putus, aku malah stress karena ga sedih. Hahaha.

I forced my self to cry. Tapi ga berhasil. Saat aku bisa 'menerima' ga ada air mata buat kamu, kemarin aku malah meneteskan air yang seharusnya keluar dari sebulan lalu. Kamu tau apa yang bisa bikin aku nangis (at last!)? Aku buka FB page aku dan nama kamu show up di friendlist. Shock? Jangan tanya. Aku klik nama kamu. Aku lihat wall kamu. Dan air itu jatuh ketika melihat tulisan nama kamu is no longer listed as in a relationship. Entah kenapa aku malah klik like. Aku scroll down wall kamu. Air yang keluar dari mataku malah semakin deras setelah baca post dari aku yang aku jadikan statusku 14 Oktober 2010. :')

Lelakiku yang telah membuktikan bahwa kamu ga bisa aku percaya,

Di tengah rasa shock dan sedih aku lihat FB page kamu, ada rasa senang dan nyaman melihat masih ada namaku di sibling list kamu. As a sister of course.

 Kamu ingat, dulu kita pernah membahas kekonyolan kita karena kita in a relationship, tapi masuk juga di sibling list as brother and sister. "Sebenarnya hubungan kita tuh apa sih, teh?", tanyamu waktu itu. Teteh. Awalnya aku sempat kesel sama kamu, apa ga ada panggilan lain yang lebih romantis? Tapi (walaupun aku ga mau ngaku secara langsung ke kamu) aku nyaman ketika kamu manggil aku dengan panggilan itu. Lucu juga kamu panggil aku 'teh' dan aku panggil kamu 'mas'.

Sepertinya aku lebih nyaman kalau hubungan kita tetap seperti ini. Teteh-Mas. Sibling. Bisa saling jaga, saling sayang, tapi ga ada ikatan yang membutuhkan hak dan kewajiban. Hahaha. Kita bisa lebih lepas ngobrolnya karena ga ada beban apa-apa. Aku harap kalau kamu mau tetap berhubungan baik dengan aku, kita bisa seperti ini.

Putra-ku yang tega membuatku trauma dalam berkomitmen,

Orang-orang dari pihakku, ada beberapa dari pihakmu juga, benar-benar ingin aku ga mikirin kamu. Mereka menjaga aku dari kamu, supaya ga disakiti lagi sama kamu (menurut mereka). Baik sekali mereka. Tapi kamu ga nyakitin aku kok, sayang. Aku tahu resikonya dari awal kita dekat. Aku pun ga merasa tersakiti. Kalaupun aku tersakiti, bukan kamu pelaku yang menyakitiku. Aku yakin itu!

Mau tahu kenapa? Karena menyakiti orang lain membutuhkan keberanian. Keberanian untuk keluar dari zona nyaman, keberanian untuk membuat pilihan, keberanian untuk mengarahkan, dan sederet keberanian lainnya. Tapi kamu ga punya keberanian yang dibutuhkan untuk nyakitin aku.

Kamu bahkan ga berani untuk kenalin cewek yang lagi sama kamu di sebuah mall ke kedua sahabatku kan? Padahal kamu tahu kedua sahabatku ini bisa menempatkan diri sesuai keadaan. Aku cukup sedih lho, mas. Aku ga nyangka kamu se-lossy ini.

Aku sedikit penasaran kenapa SMSku ga dibales sama cewek yang aku lihat sama kamu itu. Padahal aku SMS baik lho. Tapi kenapa ga dia bales ya, yang? Giliran kita pacaran aja SMS dia harus dibales. Kalau ga dibales, dia ganggu aku dengan telepon-teleponnya yang ga penting. Ckckck. Alhamdulillah aku masih diberi kelapangan di dadaku.

Baby coro yang telah memperkenalkanku pada dating coach,

Kejadian di mall itu bikin aku SANGAT BERSYUKUR!

Aku benar-benar merasa Allah masih sayang sama aku dengan menyingkap rahasiamu. Dia benar-benar melindungi aku dan membuat aku yakin kalau aku terlalu baik untuk kamu dan pria-pria sepertimu. Aku semakin yakin apa dan siapa yang aku butuhkan untuk menjadi imamku nanti, walaupun sampai saat ini aku belum menemukan dirinya. Kalau kamu mau berbaik hati mengenalkanku dengan orang yang layak, hubungi aku ya!

Aku kasian deh sama kamu. Kok kamu tega banget bohongin keluargamu? Bohongin sahabatmu? Kamu kenapa? Tadinya aku rasa kamu cukup cerdas, tapi ternyata kamu lebih bodoh dari worst case scenarioku.

Mudah-mudahan setelah putus dari aku, kamu bisa jadi manusia yang lebih baik lagi, mas. Kamu harus punya tujuan konkrit dari hidup kamu dan hubungan kamu. Inget, kakak kamu perempuan. Apa yang kamu lakukan ke orang lain, bisa jadi karma via mbak kamu itu. Sejahat itu kah kamu?

Ibuku titip pesan buat kamu. Beliau bilang:
"Terima kasih karena telah membuat Tami lebih bahagia."

Xoxo,
Marmut
Ur loveliest surprise
14092010

Komentar

  1. Waaahhhh,,, udah beres baca. dan mau ga mau harus gw akui,, kalo tulisan kamu diatas itu mellow banget dan sangat menunjukkan bukan kamu banget. hahahaha
    tapiii,, keren kok tulisannya. aku suka. :D

    BalasHapus
  2. Thank you, Fa. Hanya ungkapan hati, tnp ada maksud tertentu. Hahaha.

    BalasHapus

Posting Komentar

Silakan kirim komentar kamu tentang post ini ya...

Postingan Populer